Malang, 23 Juli 2026 – Srikandi PLN Icon Plus meluncurkan Komunitas Kelas Koding Inklusif pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Malang. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan bagi anak, remaja, dan orang muda dengan spektrum autisme yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi dan rangkaian Kelas Koding Inklusif.
Peluncuran komunitas menjadi kelanjutan dari program Kelas Koding Inklusif yang diselenggarakan PLN Icon Plus bersama Forum Peduli Autisme Jawa Timur dan KIDILENT. Melalui komunitas ini, peserta dapat melanjutkan proses belajar, berdiskusi, dan mengembangkan keterampilan digital bersama pengajar, orang tua, serta pendamping. Materi pembelajaran mencakup pengenalan coding, permainan edukatif, penggunaan platform digital, dan aplikasi Scratch.
Dalam kegiatan tersebut, Srikandi PLN Icon Plus juga menyerahkan paket bantuan belajar untuk menunjang kegiatan peserta. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh peserta yang hadir langsung maupun secara daring dari berbagai daerah. Dengan adanya komunitas ini, peserta diharapkan dapat belajar secara mandiri di masa yang akan datang.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan bahwa pendidikan digital perlu dapat diakses oleh seluruh anak sesuai kebutuhan dan potensinya.
“PLN Icon Plus ingin memastikan transformasi digital juga memberi ruang bagi anak dengan spektrum autisme untuk belajar dan berkembang. Komunitas ini menjadi langkah lanjutan agar proses pembelajaran berlangsung secara konsisten dan memberikan manfaat bagi kesiapan peserta menghadapi dunia digital,” ujar Chipta.
Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, mengatakan bahwa program Bangkit Dari Kode merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk memperluas manfaat konektivitas digital.
“Melalui program Bangkit Dari Kode, kami membuka kesempatan yang setara bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi di bidang teknologi. Komunitas Kelas Koding Inklusif ini akan dikembangkan secara bertahap agar memberikan dampak yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di berbagai daerah,” ujar Joice.
Ketua Forum Peduli Autisme Jawa Timur (FPAJT), Margaretha, Ph.D., mengatakan bahwa coding dapat membantu individu autistik mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan terstruktur.
“Melalui Kelas Koding Inklusif, kami ingin membuka kesempatan bagi anak dan orang muda autistik untuk mengenali potensinya, meningkatkan kepercayaan diri, dan berkembang menjadi talenta digital Indonesia,” ujar Margaretha.
Senior Manager SBU Regional Sumatera Bagian Tengah PLN Icon Plus, Pepen Efendi, menyampaikan bahwa Komunitas Kelas Koding Inklusif menjadi langkah positif dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital yang lebih inklusif. Menurutnya, teknologi tidak hanya berperan dalam mendukung aktivitas digital, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan masyarakat.
“PLN Icon Plus SBU Regional Sumatera Bagian Tengah mendukung dan mengapresiasi pembentukan Komunitas Kelas Koding Inklusif. Melalui program ini, diharapkan anak dan generasi muda dapat memiliki kesempatan untuk mengenal teknologi serta mengembangkan potensinya. Kolaborasi bersama komunitas, pendamping, dan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembelajaran,” ujar Pepen.
Melalui pilar Iconnectivity for Education, PLN Icon Plus terus mendukung pendidikan inklusif melalui program pembelajaran dan literasi digital yang memberikan kesempatan setara bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang.

