Logo 2026

Bupati Pasaman Lepas Pawai Takbiran, 700 Lebih Kendaraan Semarakkan Malam Kemenangan

More articles

Pasaman — Gema takbir berkumandang menggetarkan langit malam saat Bupati Pasaman, Welly Suheri, secara resmi melepas pawai takbiran keliling dalam rangka menyambut 1 Syawal 1447 Hijriyah. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Pasaman, Jumat malam (20/03/2026), berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan kendaraan dari berbagai penjuru daerah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe, Sekretaris Daerah Yudesri, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman, jajaran kepala OPD, pimpinan BUMD, hingga tokoh organisasi perempuan dan keagamaan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pawai takbiran kali ini tampil lebih semarak. Selain kendaraan masyarakat, seluruh kendaraan dinas turut ambil bagian dengan dekorasi kreatif dan pemasangan sound system yang menghidupkan suasana malam takbiran.

Rute pawai dimulai dari halaman Kantor Bupati dan mengelilingi pusat kota Lubuk Sikaping. Antusiasme peserta yang tinggi membuat prosesi pelepasan berlangsung cukup panjang, mencapai sekitar satu setengah jam.

Kemeriahan tak hanya terpusat di kota. Di berbagai nagari, masyarakat turut menghidupkan malam takbiran dengan beragam cara—mulai dari pawai obor berjalan kaki hingga becak motor yang dihias unik dan penuh warna.

Salah satu rombongan yang mencuri perhatian datang dari Nagari Pauh, Kampung Paraweh. Rombongan ini bahkan sempat melintas di depan kediaman bupati dan disambut langsung oleh Welly Suheri bersama jajaran.

Dalam keterangannya, Welly menyebutkan bahwa pawai tahun ini diikuti lebih dari 776 mobil dari berbagai jenis serta ratusan sepeda motor.

“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat muslim yang telah berpartisipasi dan menjaga suasana tetap tertib dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Momentum ini juga dimanfaatkan Bupati untuk menyapa para perantau asal Pasaman yang pulang kampung merayakan Idulfitri.

“Selamat datang kepada para perantau urang Pasaman. Semoga momen ini menjadi ajang melepas rindu bersama keluarga dan sahabat,” tambahnya.

Pawai takbiran di Pasaman tidak sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuat kebersamaan, semangat religius, dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan.

Rin

- Advertisement -spot_img

Latest