PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai datangnya musim kemarau panjang yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026, langkah mitigasi dinilai sangat mendesak.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Yoppy Satriadi, menegaskan bahwa wilayah Pulang Pisau memiliki karakteristik lahan gambut dalam yang sangat rentan terbakar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, hingga pihak terkait untuk melakukan persiapan sejak dini.
“Pastikan semua sudah siap menghadapi kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Kesiapan ini tidak bisa ditunda karena dampaknya sangat merugikan bagi masyarakat luas,” ujar Yoppy saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026).
Yoppy secara khusus menyoroti pentingnya langkah antisipasi nyata, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun personel di lapangan. Ia berharap pemerintah daerah segera memastikan ketersediaan peralatan pemadam kebakaran, akses terhadap sumber air, serta kesiapan tim pemadam yang siaga di titik-titik rawan.
Selain infrastruktur, politisi ini juga menekankan aspek pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Ia meminta warga, khususnya pekebun dan petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Yoppy mengingatkan bahwa tindakan tersebut memiliki risiko hukum yang berat serta dampak bencana lingkungan yang masif.
“Sosialisasi mengenai bahaya karhutla serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan harus terus digencarkan. Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman api,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yoppy mendorong optimalisasi peran seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa hingga kelompok relawan, untuk melakukan deteksi dini. Ia menilai bahwa koordinasi lintas sektor yang solid merupakan kunci utama dalam mempercepat respons jika muncul titik api (hotspot).
Dengan langkah preventif yang terukur dan keterlibatan aktif semua pihak, Yoppy optimistis potensi karhutla di Kabupaten Pulang Pisau dapat diminimalisir, sehingga dampaknya tidak meluas dan mengganggu aktivitas ekonomi serta kesehatan masyarakat. ***

