Batam – Hubungan asmara yang semula dibangun atas dasar kedekatan dan kepercayaan kini berubah menjadi konflik serius yang berujung pada dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Seorang pria berinisial DL mengaku mengalami tekanan moral setelah namanya disebut-sebut dalam berbagai cerita yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan DL, perkenalannya dengan seorang wanita berinisial ES bermula pada Mei 2025 di salah satu tempat hiburan malam di Kota Batam. Saat itu, ES diketahui bekerja sebagai pemandu lagu (LC), sementara DL datang sebagai pengunjung.
Hubungan yang awalnya hanya sebatas perkenalan kemudian berkembang menjadi hubungan asmara. Menurut DL, keduanya menjalani hubungan layaknya pasangan selama beberapa bulan, bahkan tetap berkomunikasi dan menjalin kedekatan setelah ES tidak lagi bekerja di tempat hiburan tersebut.
Namun seiring berjalannya waktu, hubungan itu mulai diwarnai ketegangan. DL mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang membuat dirinya menduga ES menjalin hubungan dengan pria lain. Meski demikian, ia mengaku tetap memilih mempertahankan hubungan dan berusaha menyelesaikan berbagai persoalan secara baik-baik.
Puncak konflik disebut terjadi menjelang akhir tahun 2025. DL mengaku pernah diminta oleh ES untuk memberikan “pelajaran” kepada seorang pria bernama Putra. Permintaan tersebut, menurut DL, membuat dirinya terkejut. Meski sempat menyanggupi secara lisan, DL menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan apa pun terhadap orang yang dimaksud.
Tidak lama setelah itu, hubungan keduanya justru berakhir. ES disebut meminta DL untuk menjauh tanpa penjelasan yang jelas. Dalam kondisi tersebut, DL mengaku kemudian memperoleh informasi yang membuat dirinya semakin terkejut. Ia mengaku mengetahui bahwa ES diduga menjalin hubungan dengan pria lain dan bahkan disebut telah memiliki suami yang sah secara hukum.
Merasa tidak ingin memperpanjang persoalan, DL mengaku memilih jalan damai. Ia mendatangi suami ES untuk menyampaikan permintaan maaf dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Menurut pengakuannya, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bersama berupa surat pernyataan agar masing-masing pihak tidak lagi saling mengganggu.
Namun, ketenangan yang diharapkan ternyata tidak berlangsung lama.
DL mengaku mulai menerima berbagai informasi dari sejumlah pihak yang menyebutkan bahwa dirinya menjadi bahan pembicaraan. Ia mengaku mendengar adanya tuduhan bahwa dirinya pernah melakukan
penganiayaan hingga memaksa seseorang berada dalam sebuah ruangan di kawasan Planet Tiga Newton. Tuduhan tersebut, menurut DL, sama sekali tidak pernah terjadi.
“Nama saya seperti dihakimi tanpa pernah diberi kesempatan menjelaskan. Cerita yang beredar membuat saya merasa dipermalukan di depan banyak orang,” ungkap DL.
Tidak hanya di lingkungan pertemanan, DL juga mengaku keluarganya ikut terseret dalam konflik tersebut. Ia menyebut ES diduga menghubungi sejumlah anggota keluarganya dan menyampaikan berbagai informasi yang dinilai merugikan dirinya. Bahkan, menurut DL, terdapat informasi yang menyebut dirinya menjalin hubungan dengan wanita lain,
padahal hubungan dengan ES telah berakhir.
Lebih jauh, DL mengaku memperoleh informasi dari beberapa rekannya bahwa berbagai cerita mengenai kehidupan pribadinya akan terus disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sosialnya. Kondisi tersebut membuat dirinya merasa terus-menerus menjadi sasaran serangan isu yang berpotensi merusak reputasi dan nama baik yang selama ini dibangun.
Merasa dirugikan secara moral dan sosial, DL akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Ia mengaku tengah mempersiapkan laporan terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang menurutnya telah menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan pribadinya.
“Saya tidak ingin masalah ini terus berkembang menjadi opini liar. Jika memang ada persoalan, biarlah dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.
DL mengaku mengalami tekanan psikologis, kehilangan rasa nyaman dalam kehidupan sosial, serta merasa reputasinya tercoreng akibat berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak ES belum memberikan keterangan resmi terkait seluruh pernyataan dan tuduhan yang disampaikan oleh DL. Sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik, hak jawab dan hak klarifikasi dari pihak yang bersangkutan tetap terbuka untuk dimuat pada pemberitaan berikutnya.

