Pasaman – Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman sejak 27 November hingga 3 Desember 2025 berdampak besar pada sektor pertanian. Berdasarkan rekap data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pasaman, tercatat 245 hektar lahan pertanian—baik sawah maupun ladang—mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan dan cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Pusdalops BPBD Pasaman, Desrianti, ST, MT, menjelaskan bahwa banjir merendam area pertanian di tujuh kecamatan, yakni Bonjol, Simpang Alahan Mati, Lubuk Sikaping, Panti, Padang Gelugur, Rao Selatan, dan Mapat Tunggul.
Kerusakan Lahan Pertanian di Tiap Kecamatan
• Bonjol menjadi salah satu wilayah terparah, dengan 25 hektar sawah dan ladang terendam banjir.
• Di Rao Selatan, genangan air juga merusak 15 hektar area pertanian.
• Panti mencatat kerusakan lahan terbesar, yakni 115 hektar sawah dan ladang terdampak.
• Di Lubuk Sikaping, banjir merendam 45 hektar area pertanian.
• Padang Gelugur juga mengalami kerusakan signifikan dengan 60 hektar sawah dan ladang terendam.
• Di Mapat Tunggul, selain jalan sepanjang 50 meter rusak, sejumlah lahan pertanian warga juga ikut terdampak.
• Simpang Alahan Mati turut melaporkan kerusakan ringan pada infrastruktur pertanian dan fasilitas ibadah.
Desrianti menegaskan bahwa kerusakan ini berpotensi besar mengganggu siklus tanam dan mengancam produksi pangan lokal, mengingat sebagian besar lahan yang terdampak merupakan lahan produktif yang sedang memasuki masa tanam kedua.
Dampak Terhadap Petani
Selain merendam lahan pertanian, banjir juga menyebabkan banyak petani kehilangan akses ke ladang mereka akibat rusaknya jembatan dan jalan di beberapa titik. Kondisi ini memperlambat upaya penyelamatan tanaman serta berpotensi memicu gagal panen bila genangan air tidak cepat surut.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Pasaman, Welly Suhery, mengimbau para petani dan masyarakat yang terdampak untuk tetap sabar dan saling membantu. Pemerintah daerah sedang berupaya melakukan penanganan cepat, termasuk pendataan kerusakan pertanian dan rencana bantuan benih serta pemulihan lahan pascabencana.
“Bagi warga yang tidak terdampak, mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah, terutama para petani yang kehilangan lahan dan hasil panen,” ujar Welly. Rin

