Exclusive Content:

Air Bersih Sawahlunto Krisis, Hasjonni Desak PDAM dan Pemko Cari Solusi Permanen

More articles

Sawahlunto, ScmNews.Id – Tokoh politik senior Hasjonni Sy, SE, MM menyoroti serius kondisi krisis air bersih yang kini melanda Kota Sawahlunto. Kemarau panjang menyebabkan debit air di Danau Kandi—sumber utama air baku PDAM—menyusut drastis. Akibatnya, ribuan masyarakat harus menanggung dampak kekurangan pasokan air.

Saat ini, PDAM hanya mampu melakukan penggiliran distribusi ke rumah-rumah warga. Bahkan, sejumlah mobil tangki dikerahkan untuk menyalurkan air bersih ke berbagai titik. Namun, bagi Hasjonni, langkah itu bukanlah solusi mendasar.

“Persoalan kemarau akan selalu datang silih berganti setiap tahun. Jadi, solusi darurat seperti penggiliran air dan mobil tangki hanya sementara. Yang dibutuhkan sekarang adalah langkah cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hasjonni menilai, kunci penyelesaian masalah ini terletak pada komunikasi dan sinergi antara Direksi PDAM, Komisaris, dan Kepala Daerah. Menurutnya, forum bersama sangat diperlukan untuk membicarakan langkah konkret penyelamatan layanan air bersih.

“Dibutuhkan keterbukaan, saling memahami, dan keikhlasan untuk membangun Kota Sawahlunto. Direktur PDAM seharusnya menjelaskan secara detail kebutuhan operasional, termasuk tambahan peralatan. Komisaris wajib menjalankan fungsi pengawasan sesuai aturan, agar kebijakan operasional perusahaan tidak keluar jalur. Semua itu harus dipastikan berjalan demi kepentingan pemegang saham, yakni Pemko, dalam melayani kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, mantan anggota DPRD sekaligus pernah menjabat Pimpinan DPRD Sawahlunto selama tiga periode itu mengungkapkan, solusi sebenarnya sudah jelas. Selain menambah pompa di Rantih, upaya pencarian sumber-sumber air baru juga menjadi keharusan. Sumber-sumber baru itu, kata Hasjonni, harus segera dipetakan dan ditindaklanjuti dengan perangkat pendukung yang memadai.

“Kalau ini tidak segera dilakukan, krisis air akan selalu berulang setiap kali kemarau tiba. Akhirnya, masyarakatlah yang selalu jadi korban. Padahal air adalah kebutuhan dasar dan hak setiap warga negara,” pungkasnya.

Pin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest