Sawahlunto – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Sawahlunto jelang libur Nataru menyatakan tidak bisa melayani secara optimal 100 persen wilayah Kecamatan Barangin selama 3 (tiga) Minggu terhitung dari hari Sabtu (20/12).
Direktur PDAM Sawahlunto Julmadizon, ST. lebih lanjut mengungkapkan. Hal ini terjadi akibat motor dari dua pompa yang ada di IPA Rantih mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, terutama penggunaan yang melebihi kapasitasnya disaat musim kemarau panjang yang terjadi selama 7 (tujuh) bulan di tahun 2025. Karena IPA Kandi tidak bisa beroperasi, sumber air surut hingga tidak bisa dihisap oleh pompa. Maka di optimalkan lah IPA Rantih untuk wilayah Barangin.
” Akibat motor dari dua pompa yang ada di Rantih rusak, maka motor tersebut kami bawa ke Padang untuk perbaikan. Menurut tim teknis butuh waktu mencapai 3 minggu hingga 1 bulan. Maka dari itu untuk sementara wilayah Kecamatan Barangin sebagian dialiri oleh IPA Kandi jika musim hujan masih turun. Dan sebagian wilayah yang berada di ketinggian memang tidak bisa dijangkau oleh IPA Kandi. Maka dibutuhkan mobil tangki. Persoalannya mobil tangki itu sekarang ada dua dan usianya pun ada yang sudah mencapai 35 tahun. Dengan 2500 pelanggan di Kecamatan Barangin, PDAM sendiri butuh bantuan tangki tambahan dari Pemerintah Kota Sawahlunto atau pihak tidak mengikat lainnya. Karena pelayanan bagi warga Barangin yang notabene dengan topografi pegunungan, membutuhkan mobil tangki yang stabil dan bagus kondisinya untuk mencapai rumah-rumahan warga terdampak selama 3 minggu ini. Libur Nataru tentu akan banyak keluarga yang berdatangan dan membutuhkan ketersediaan air bersih, begitu juga dengan objek wisata,” jelas Julmadizon.
Kami sebagai pihak PDAM Sawahlunto butuh komitmen dan keseriusan Pemerintah Kota Sawahlunto untuk membantu PDAM dalam ketersediaan air bersih bagi warga, baik itu dukungan untuk jangka pendek maupun dukungan untuk kelangsungan PDAM jangka panjang.
(pin)

