Bonjol, Pasaman — Dampak banjir bandang yang melanda Jorong Pandam, Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman pada 28 November 2025 terus dirasakan masyarakat, terutama para petani. Bencana tersebut telah merusak lahan pertanian yang sedang memasuki masa panen, sehingga mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi petani setempat.
Berdasarkan peninjauan lapangan pada Minggu, 7 Desember 2025 pukul 13.24 WIB, sejumlah lahan pertanian di kawasan Sawah Bancah terlihat rata dan tertimbun material banjir. Dokumentasi yang diambil oleh Kepala Jorong Pandam, Akmal, memperlihatkan kondisi sawah warga yang benar-benar tidak lagi dapat dipanen.
Akmal menyampaikan bahwa para petani sangat terpukul karena sebagian besar masyarakat menggantungkan kebutuhan pangan sehari-hari dari hasil pertanian. Kegagalan panen tahun ini menyebabkan persediaan pangan menipis dan mengancam ketahanan pangan keluarga petani.
“Kami berharap pemerintah, khususnya dinas yang bergerak di sektor pertanian, dapat segera memberikan perhatian dan bantuan. Kerugian para petani cukup besar dan mereka sangat membutuhkan dukungan untuk memulihkan aktivitas pertanian,” ujar Akmal.
Akmal juga menambahkan bahwa material sisa banjir masih menutup sebagian akses jalan menuju area pertanian, sehingga proses pemulihan lahan tidak dapat dilakukan dengan cepat. Ia meminta agar Dinas Pertanian, BPBD, Dinas Sosial, Baznas, dan pihak terkait lainnya turun langsung membantu masyarakat, baik dalam bentuk pendataan kerugian, pendampingan teknis, maupun bantuan pangan darurat.
Masyarakat berharap upaya cepat dari pemerintah dapat membantu memulihkan kembali sektor pertanian di Jorong Pandam, sehingga roda ekonomi warga dapat kembali berjalan setelah bencana banjir bandang ini. Rin

