Exclusive Content:

PPK PUPR Tubaba Klaim Jalan Rusak Masih Masa Pemeliharaan, Warga Soroti Kualitas Proyek

More articles

Kondisi sejumlah jalan lingkungan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang mengalami kerusakan menuai sorotan publik. Meski demikian, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba menyebut kerusakan tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Tubaba, Iwan Balau, mengakui bahwa sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan hingga kini belum diperbaiki.

“Memang belum diperbaiki,” ujarnya saat dimintai keterangan, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak tersebut masih menjadi tanggung jawab dalam masa pemeliharaan pekerjaan.

“Masih masa pemeliharaan,” singkatnya.

Sebelumnya, proyek perbaikan jalan melalui skema swakelola oleh Dinas PUPR Tubaba disorot karena diduga menghasilkan kualitas pekerjaan yang buruk, meskipun menelan anggaran hingga miliaran rupiah.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan yang baru diperbaiki justru telah mengalami kerusakan. Di antaranya di wilayah Tiyuh Mulya Kencana, Tiyuh Tirta Kencana, hingga Pulung Kencana.

Kerusakan yang ditemukan bervariasi, mulai dari aspal terkelupas, badan jalan bergelombang, hingga material batu agregat yang berserakan. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.

Berdasarkan data lapangan, beberapa pekerjaan tambal sulam menggunakan material hotmix dan lapen diduga memiliki ketebalan yang sangat minim.

Misalnya, pada ruas Mulya Kencana–Tiyuh Tuho dengan panjang sekitar 514 meter dan lebar 33,5 meter, ketebalan rata-rata hanya sekitar 0,75 cm. Sementara di ruas Tirta Kencana, ketebalan bahkan disebut hanya sekitar 0,3 cm.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kesesuaian spesifikasi teknis dengan anggaran yang digelontorkan.

Selain itu, ditemukan pula dugaan kejanggalan administrasi, di mana salah satu paket pekerjaan di ruas Pulung Kencana–Marga Kencana tidak tercantum dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), namun pekerjaan tetap dilaksanakan.

Diketahui, total anggaran pengadaan material jalan yang tersebar di 11 paket pekerjaan mencapai miliaran rupiah. Beberapa paket bahkan memiliki nilai pagu hingga lebih dari Rp2 miliar.

Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan hasil perbaikan jalan yang dinilai tidak bertahan lama.

Budi, warga Pulung Kencana, mengatakan jalan yang baru diperbaiki pada akhir 2025 kini sudah kembali rusak.

“Baru dikerjakan akhir tahun kemarin, tapi sudah rusak lagi. Perbaikannya juga sedikit, jadi percuma saja,” keluhnya, Minggu (8/3/2026).

Hal senada disampaikan Siti, pedagang di Mulya Kencana. Ia menilai hanya sebagian kecil jalan yang diperbaiki dengan baik.

“Yang bagus cuma di titik tertentu saja, selebihnya cepat rusak lagi. Seperti di depan ini, sudah hancur lagi,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Siti juga menyoroti besarnya anggaran yang dinilai tidak sebanding dengan hasil pekerjaan.

“Anggaran miliaran, tapi hasilnya seperti ini. Lebih baik masyarakat saja yang mengerjakan,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR Tubaba, dapat lebih serius dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapannya pembangunan ke depan lebih baik, supaya kami juga nyaman,” pungkasnya. Eki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest