Sawahlunto – Prosesi makan bajamba dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 137 juga dijadikan momentum memelihara kebhinekaan serta sangat beragam etnik yang ada di kota itu yang ditandai dengan keikutsertaan warga yang berlatar suku Batak, Sunda, Jawa, Melayu dan Minang serta Perkumpulan Pergerakan Puteri Islam Perhubungan Negeri Terengganu, Malaysia.
Keikutsertaan paguyuban etnik dan suku yang ada di kota itu pada prosesi makan bajamba disambut apresiasi dari Ketua Paguyuban Batak Dos ni Roha, S Hutagaol dan sesepuh warga Batak di kota Sawahlunto.
“Paguyuban batak tak pernah absen sebagai peserta makan bajamba sejak 2006 lalu. Selalu diundang atau diberi ruang untuk bersama rekan etnik lain,” sebut S Hutagaol.
Pria purnawirawan TNI AD itu juga sangat menyambut baik atas perlakuan yang sama kepada etnik serta paguyuban yang ada di kota Sawahlunto.
“Tak hanya dalam kegiatan makan bajamba saja, kalau ada kegiatan seperti pentas seni budaya serta Sawahlunto Multicultural Festival, kegiatan Kebudayaan di kota ini paguyuban kita tetap diberi kesempatan ikut tampil,” ungkapnya.
Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 137 yang didahului dengan Rapat paripurna istimewa yang dipimpin Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi Haryati serta Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jefrry Hibatullah dan segenap OPD serta tokoh masyarakat dan Ninik mamak di kota Sawahlunto. (tumpak)

